Rabu, 07 November 2012

KEPUTUSAN PERENCANAAN STRATEGI


Perencanaan strategis adalah proses yang dilakukan suatu organisasi untuk menentukan strategi atau arahan, serta mengambil keputusan untuk mengalokasikan sumber dayanya (termasuk modal dan sumber daya manusia) untuk mencapai strategi ini. Berbagai teknik analisis bisnis dapat digunakan dalam proses ini, termasuk analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), PEST (Political, Economic, Social, Technological), atau STEER (Socio-cultural, Technological, Economic, Ecological, Regulatory).

Perencanaan Strategis ( Strategic Planning ) adalah sebuah alat manajemen yang digunakan untuk mengelola kondisi saat ini untuk melakukan proyeksi kondisi pada masa depan, sehingga rencana strategis adalah sebuah petunjuk yang dapat digunakan organisasi dari kondisi saat ini untuk mereka bekerja menuju 5 sampai 10 tahun ke depan ( Kerzner , 2001 )

Untuk mencapai sebuah strategy yang telah ditetapkan oleh organisasi dalam rangka mempunyai keunggulan kompetitif, maka para pimpinan perusahaan, manajer operasi, haruslah bekerja dalam sebuah sistem yang ada pada proses perencanaan strategis / strategic planning ( Brown , 2005 ). Kemampuan manufaktur, harus dipergunakan secara tepat, sehingga dapat menjadi sebuah senjata yang unggul dalam sebuah perencanaan stategi ( Skinner, 1969 ).Untuk mencapai sebuah strategy yang telah ditetapkan oleh organisasi dalam rangka mempunyai keunggulan kompetitif, maka para pimpinan perusahaan, manajer operasi, haruslah bekerja dalam sebuah sistem yang ada pada proses perencanaan strategis Brown , 2005 ). Kemampuan manufaktur, harus dipergunakan secara tepat, sehingga dapat menjadi sebuah senjata yang unggul dalam sebuah perencanaan stategi ( Skinner, 1969 ).

Perencanaan strategis secara eksplisit berhubungan dengan manajemen perubahan, hal ini telah menjadi hasil penelitian beberapa ahli (e.g., Ansoff, 1965; Anthony,1965; Lorange, 1980; Steiner, 1979). Lorange (1980), menuliskan, bahwa strategic planning adalah kegiatan yang mencakup serangkaian proses dari inovasi dan merubah perusahaan, sehingga apabila strategic planning tidak mendukung inovasi dan perubahan, maka itu adalah kegagalan

Pengambilan keputusan dapat dianggap sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia. Setiap proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu pilihan final [1]. Keluarannya bisa berupa suatu tindakan (aksi) atau suatu opini terhadap pilihan.







PENGEMBANGAN PRODUK BARU


Dalam bisnis dan rekayasa , pengembangan produk baru (NPD) adalah proses lengkap membawa baru produk ke pasar. Sebuah produk adalah seperangkat manfaat yang ditawarkan untuk pertukaran dan dapat nyata (yaitu, sesuatu yang fisik Anda dapat menyentuh) atau tidak berwujud (seperti layanan, pengalaman, atau keyakinan). Ada dua jalur paralel yang terlibat dalam proses NPD: satu melibatkan generasi ide, desain produk , dan detail engineering, yang lain melibatkan riset pasar dan analisis pemasaran . Perusahaan biasanya melihat pengembangan produk baru sebagai tahap pertama dalam menghasilkan dan komersialisasi produk baru dalam proses strategis keseluruhan manajemen siklus hidup produk yang digunakan untuk mempertahankan atau meningkatkan pangsa pasar mereka.

Tahapan Pengembangan Produk Baru:
  1. Generasi Idea sering disebut "front end kabur" dari proses NPD
    • Gagasan untuk produk baru dapat diperoleh dari penelitian dasar dengan menggunakan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities & Ancaman). Pasar dan konsumen tren, perusahaan R & D departemen, pesaing, kelompok fokus, karyawan, tenaga penjual, mata-mata perusahaan, pameran dagang, atau metode penemuan etnografis (mencari pola pengguna dan kebiasaan) juga dapat digunakan untuk mendapatkan wawasan ke lini produk baru atau produk fitur.
    • Banyak ide-ide yang dihasilkan tentang produk baru. Dari ide-ide banyak ide yang sedang dilaksanakan. Ide-ide digunakan untuk menghasilkan dalam berbagai bentuk dan tempat mereka menghasilkan juga berbagai. Banyak alasan yang bertanggung jawab untuk generasi ide.
    • Ide Generation atau Brainstorming produk baru, layanan, atau konsep toko - ide teknik generasi dapat dimulai ketika Anda telah melakukan ANALISIS PELUANG Anda untuk mendukung ide-ide Anda dalam Tahap Screening Idea (ditampilkan pada langkah pengembangan selanjutnya).
  2. Ide Skrining
    • Tujuannya adalah untuk menghilangkan konsep sehat sebelum mencurahkan sumber daya untuk mereka.
    • Para pemeriksa harus menanyakan beberapa pertanyaan:
      • Akankah pelanggan di pasar sasaran manfaat dari produk?
      • Apa perkiraan ukuran dan pertumbuhan segmen pasar / target pasar?
      • Berapa tekanan kompetitif saat ini atau yang diharapkan untuk ide produk?
      • Apa penjualan industri dan tren pasar ide produk didasarkan pada?
      • Apakah secara teknis layak untuk memproduksi produk?
      • Akan produk menjadi menguntungkan bila diproduksi dan dikirim ke pelanggan dengan harga sasaran?
  3. Konsep Pengembangan dan Pengujian
    • Mengembangkan rincian pemasaran dan rekayasa
      • Selidiki kekayaan intelektual isu-isu dan pencarian paten database
      • Siapa target pasar dan siapa pengambil keputusan dalam proses pembelian?
      • Apa fitur produk harus menggabungkan produk?
      • Manfaat apa yang akan memberikan produk?
      • Bagaimana konsumen akan bereaksi terhadap produk?
      • Bagaimana produk diproduksi biaya yang paling efektif?
      • Buktikan kelayakan melalui komputer virtual dibantu rendering dan prototyping cepat
      • Apa yang akan biaya untuk memproduksinya?
    • Pengujian Konsep dengan mengajukan sejumlah calon pelanggan apa yang mereka pikirkan ide - biasanya melalui Modelling Pilihan .
  4. Analisis Bisnis
    • Estimasi kemungkinan harga jual berdasarkan kompetisi dan umpan balik pelanggan
    • Perkiraan volume penjualan didasarkan pada ukuran pasar dan alat-alat seperti persamaan fourt-Woodlock
    • Perkiraan profitabilitas dan break-even point
  5. Beta Testing dan Pengujian Pasar
    • Menghasilkan prototipe fisik atau mock-up
    • Uji produk (dan yang kemasan ) dalam situasi penggunaan khas
    • Melakukan wawancara kelompok fokus pelanggan atau memperkenalkan pada pameran dagang
    • Membuat penyesuaian yang diperlukan
    • Menghasilkan menjalankan awal produk dan menjualnya di daerah tes pasar untuk menentukan penerimaan pelanggan
  6. Teknis Pelaksanaan
  7. Komersialisasi (sering dianggap pasca-NPD)
  8. Produk Baru Harga
    • Dampak produk baru pada portofolio produk seluruh
    • Analisis Nilai (internal & eksternal)
    • Persaingan dan teknologi kompetitif alternatif
    • Berbeda nilai segmen (harga, nilai dan kebutuhan)
    • Produk Biaya (fixed & variable)
    • Perkiraan volume unit, pendapatan, dan laba
Langkah-langkah ini dapat mengulangi sesuai kebutuhan. Beberapa langkah dapat dihilangkan. Untuk mengurangi waktu bahwa proses NPD mengambil, banyak perusahaan sedang menyelesaikan beberapa langkah pada waktu yang sama (disebut sebagai concurrent engineering atau waktu ke pasar ). Kebanyakan pemimpin industri melihat pengembangan produk baru sebagai proses proaktif di mana sumber daya yang dialokasikan untuk mengidentifikasi perubahan pasar dan merebut atas peluang produk baru sebelum terjadi (berbeda dengan strategi reaktif di mana tidak ada yang dilakukan sampai terjadi masalah atau pesaing memperkenalkan sebuah inovasi) . Banyak pemimpin industri melihat pengembangan produk baru sebagai proses yang berkelanjutan (disebut sebagai pembangunan berkelanjutan) di mana seluruh organisasi selalu mencari peluang.
Untuk produk-produk yang lebih inovatif ditunjukkan pada diagram di atas, jumlah besar ketidakpastian dan perubahan mungkin ada yang membuatnya sulit atau tidak mungkin untuk merencanakan proyek lengkap sebelum memulai itu. Dalam hal ini, yang lebih pendekatan yang fleksibel mungkin dianjurkan.
Karena proses NPD biasanya membutuhkan baik teknik dan keahlian pemasaran, tim lintas fungsional adalah cara umum proyek pengorganisasian. Tim ini bertanggung jawab untuk semua aspek proyek, dari generasi ide awal untuk komersialisasi akhir, dan mereka biasanya melaporkan kepada manajemen senior (sering ke wakil presiden atau Program Manager). Dalam industri-industri di mana produk teknis yang kompleks, penelitian pengembangan biasanya mahal dan siklus hidup produk yang relatif pendek, aliansi strategis di antara beberapa organisasi membantu untuk menyebarkan biaya, menyediakan akses ke satu set keterampilan yang lebih luas dan mempercepat proses keseluruhan.
Juga, perhatikan bahwa karena kedua teknik dan keahlian pemasaran biasanya penting untuk proses, memilih perpaduan yang tepat dari dua adalah penting. Amati (misalnya, dengan melihat Lihat juga atau bagian Referensi di bawah ini) bahwa artikel ini miring lebih ke arah sisi pemasaran. Untuk lebih miring rekayasa, lihat Ulrich dan Eppinger, referensi Ullman bawah. 
Orang-orang merespon produk baru dengan cara yang berbeda. Penerapan teknologi baru dapat dianalisis dengan menggunakan berbagai teori difusi seperti Difusi Inovasi teori.
Sebuah proses penetapan harga produk baru adalah penting untuk mengurangi risiko dan meningkatkan kepercayaan dalam keputusan penetapan harga dan pemasaran yang akan dibuat. Bernstein dan Macias menggambarkan sebuah proses yang terintegrasi yang memecah tugas kompleks harga produk baru ke elemen dikelola.
Jalan Menuju Pengembangan Produk Baru Sukses  menunjukkan tiga proses kunci yang dapat memainkan peran penting dalam pengembangan produk: Berbicara dengan pelanggan, Pemeliharaan budaya proyek; Tetap fokus.

Rabu, 31 Oktober 2012

PERENCANAAN FASILITAS


Perencanaan fasilitas merupakan suatu kegiatan yang dilakukan sebelum perusahaan beroperasi. Perencanaan fasilitas menentukan bagaimana suatu aset tetap perusahaan digunakan secara baik untuk menunjang tujuan perusahaan. Bagi suatu perusahaan manufaktur, perencanaan fasilitas termasuk menentukan bagaimana fasilitas pabrik digunakan secara efektif dan efisien dalam menunjang produksi.

Secara umum tujuan dari perencanaan fasilitas dapat disebutkan sebagai berikut.
·        Menunjang tujuan organisasi melalui peningkatan penanganan material dan penyimpanan.
·        Menggunakan tenaga kerja, peralatan, ruang, dan energi secara efektif
·        Meminimalkan investasi modal
·        Mempermudah pemeliharaan
·        Meningkatkan keselamatan dan kepuasan kerja

Proses perencanaan fasilitas
Perencanaan fasilitas memerlukan suatu prises yang dilakukan secara sistematisuntuk mempetoleh hasil yang baik. Berdasarkan klasifikasimya perencanaan fasilitas dapat dibagi dalam dua jenis yaitu :

1.        Perencanaan lokasi
Perencanaan lokasi merupakan suatu kegiatan straregis yang bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan lokasi bagi perusahaan sehingga perusahaan atau pabrik dapat beroperasi dengan lancar, dengan biaya rendah, dan memungkinkan perusahaan dimasa datang.
Penentuan lokasi yang tepat akan mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam :
ü  Melayani konsumen dengan memuaskan
ü  Mendapatkan bahan-bahan mentah yang cukup dan continue dengan harga yang layak atau memuaskan
ü  Mendapatkan tenaga kerja yang cukup
ü  Memungkinkan perluasan perusahaan dikemudian hari

Faktor-Faktor yang Perlu Diperhatikan
Dalam mendapatkan lokasi suatu perusahaan atau pabrik yang tepat, perlu untuk memperhatikan faktor-faktor yang berkaitan dengan kegiatan usaha perusahaan. Faktor-faktor itu antara lain :
·        Letak pasar
·        Letak sumber bahan baku
·        Ketersediaan tenaga kerja
·        Ketersediaan tenaga listrik
·        Ketersediaan air
·        Fasilitas pengangkutan
·        Fasilitas perumahan, pendidikan, pembelajaran, dan telekomunikasi
·        Pelayanan kesehatan, keamanan, dan pencegahan kebakaran
·        Peraturan pemerintah setempat
·        Sikap masyarakat
·        Biaya dari tanah dan bangungan
·        Luas tempat patkir
·        Saluran pembuangan
·        Kemungkinan perluasan
·        Lebar jalan

Metode penilaian lokasi
Terdapat beberapa metode yang sering digunakan dalam pemilihan suatu lokasi perusahaan yaitu :
·        Pemeringkatan faktor
Pemeringkatan faktor (factor rating) adalah suatu pendekatan umun yang berguna untuk mengevaluasi dan membandingkan berbagai alternatif lokasi.
·        Analisis nilai ideal
Metode ini serupa dengan metode factor rating, bedanya hanya bobot pada faktor rating merupakan nilai ideal pada metode ini
·        Analisis ekonomisMetode ini menggunakan kuantitatif maupun kualitatif secara bersama-sama untuk mendapatkan penilaian yang lebih lengkap
·        Analisis volume-biaya
Metode analisis volume-biaya (cost-volume analysis)menekankan pada faktor biaya dalam memilih suatulokasi yaitu dengan membandingkan biaya total produksi dari berbagai alternatif lokasi.
·        Pendekatan pusat graviti
Pemilihan lokasi berdasarkan metode ini sering kali digunakan untuk memilih sebuah lokasi yang dapat meminimalkan jarak atau biaya menuju fasilits-fasilitas yang sudah ada
·        Metode transfortasi
  Metode transfortasi merupakan salah satu metode dalam riset operasi yang dapat digunakan dalam memilih suatu lokasi perusahaan pada periinsipnya metode ini mencari nilai optimal yang dapat diperoleh dengan memperhitungkan pemenuhan permintaan dan penawara dengan biaya transfortasi yang rendah.

2.      Perencanaan tata letak
Perencanaa tata letak mencakup desain atau konfigurasi dari bagian-bagian, pusat kerja, dan peralatan yang membentuk proses perubahan dari bahan mentah menjadi bahan jadi Secara umum, tujuan daripenyusunan tata letak adalah untuk mencapai suatu sistem produksi yang efisien dan efektif, melalui :
·        Pemanfaatan peralatan pabrikyang optimal
·        Penggunaan jumlah tenaga kerja yang minimum
·        Aliran bahan dan produksi jadi yang lancar
·        Kebutuhan persediaan yang rendah
·        Pemakaian ruang yang efisien
·        Ruang gerak yang cukup untuk operasional maupun pemeliharaan
·        Biaya produksi dan infestasi modal yang rendah
·        Fleksibilitas yang cukup untuk menghadapi perubahan
·        Keselamatan kerja yang tinggi
·        Suasana kerja yang baik

Jenis tata letak
Dalam industri manufaktur, secara umum tata letak bisa dikelompokan dalam 3 jenis :
·        Tata letak proses
Tata letak proses (proses layout) atau tata letak fungsional adalah penyusuanan tata letak dimana alat yang sejenis atau yang mempunyai fungsi sama ditempatkan dalam bagina yang sama.
·        Tata letak produk
Tata letak produk (produk layout) dipilih apabila proses produksinya telah distandardisasikan dan berproduksi dalam jumlah yang besar
·        Tata letak posisi tetap
Tata letak posisi tetap (fixedposition layout) dipilih apabila karen aukuran, bentuk ataupun karakteristik lain menyebabkan produknya tidak mingkin atau sukar untuk dipindahkan.

METODE PERAMALAN UNTUK MANAJEMEN


Salah satu keputusan penting dalam perusahaan yang dilakukan oleh manajemen adalah menentukan tingkat produksi dari barang atau jasa yang perlu disiapkan untuk masa mendatang. Metode peramalan digunakan untuk mengukur atau menaksir keadaan dimasa datang. Peramalan tidak saja dilakukan untuk menentukan jumlah produk  yang perlu dibuat atau kapasitas jasa yang perlu disedikan, tapi juga diperlukan untuk berbagai bidang lain (seperti dalam pengadaan, penjualan, personalia, termasuk untuk peramalan teknologi, ekonomi, ataupun perubahan sosial budaya).

Jenis-jenis peramalan
Peramalan dapat dilakukan secara kuantitatif maupun kualitatif. Pengukuran secara kuantitatif menggunakan metode statistik,sedangkan pengukuran secara kualitatif berdasarkan pendapat dari yang melakukan peramalan. Berkaitan dengan itu, dalam peramalan dikenal istilah prakiraan dan prediksi.
Prakiraan adalah proses peramalan suatu variabel (kejadian) dimasa datang dengan berdasarkan data variabel itu pada masa sebelumnya. Sementara prediksi adalah proses peramalan suatu variabel dimasa datang dengan lebih mendasarkan pada pertimbangan intuisi daripada masa lampau.
Berdasarkan horizon waktu, peramalan dapat dikelompokkan dalam tiga bagian, yaitu peramalan jangka panjang, peramalan jangka menengah, dan peramalan jangka pendek.
·        Peramalan jangka panjang yaitu mencakup waktu lebih besar dari 18 bulan. Misalnya, peramalan yang diperlukan dalam kaitannya dengan penanaman modal, perencanaan fasilitas dan perencanaan untuk kegiatan litbang
·      Peramalan jangka menengah, mencakup waktu antara 3 sampai 18 bulan. Misalnya, peramalan untuk perencanaan penjualan, perencanaan produksi, dan perencanaan tenaga kerja tidak tetap.
·      Peramalan jangka pendek yaitu untuk jangka waktu kurang dari 3 bulan. Misalnya, peramalan dalam hubungannya dengan perencanaan pembelian material, penjadwalan kerja, dan penugasan karyawan.

Senin, 22 Oktober 2012

PERENCANAAN DALAM MANAJEMEN OPERASI



Perencanaan dalam manajemen operasi terbagi kepada perencanaan jangka panjang, perencanaan jangka menengah, dan perencanaan jangka pendek. Perencanaan jangka panjang berhubungan dengan hal-hal strategis sehingga pengambilan keputusan menjadi tanggung jawab pimpinan puncak.
Perencanaan jangka menengah dimulai setelah perencanaan jangka panjang dibuat, umumnya memiliki horison waktu sekitar enam bulan sampai dua tahun. Perencanaan ini merupakan tugas manager operasi, yang akan membuat keputusan taksis.
Perencanaan jangka pendek mencakup waktu relatif pendek, biasanya tidak lebih dari enam bulan. Perencanaan ini menjadi tanggung jawab personil operasi yang bekerja dengan penyelia atau kepala seksi untuk menjabarkan perencanaan jangka menengah menjadi rencana operasional dalam bentuk bulanan, mingguan, atau harian.
Perencanaan jangka pendek harus dilakukan secara jelas agar tidak menimbulkan salah persepsi atau kebingungan dalam implementasi. Jenis kegiatan yang dapat digolongkan senagai perencanaan jangka pendek ialah penugasan kerja, pembebanan pekerjaan, penjadwalan, pengurutan jenis pekerjaan, dan pengiriman.


Produktivitas
 Produktivitas dinyatakan sebagai rasio antara keluaran terhadap masukan, atau rasio hasil yang diperoleh terhadap sumber daya yang dipakai. Bentuk persamaannya adalah sebagai berikut :


                              Produktivitas =   keluaran =   hasil yang diperoleh
                                                         Masukan      sumber daya digunakan