Salah satu keputusan penting dalam perusahaan yang
dilakukan oleh manajemen adalah menentukan tingkat produksi dari barang atau
jasa yang perlu disiapkan untuk masa mendatang. Metode peramalan digunakan
untuk mengukur atau menaksir keadaan dimasa datang. Peramalan tidak saja
dilakukan untuk menentukan jumlah produk
yang perlu dibuat atau kapasitas jasa yang perlu disedikan, tapi juga
diperlukan untuk berbagai bidang lain (seperti dalam pengadaan, penjualan,
personalia, termasuk untuk peramalan teknologi, ekonomi, ataupun perubahan
sosial budaya).
Jenis-jenis peramalan
Peramalan dapat dilakukan secara kuantitatif maupun
kualitatif. Pengukuran secara kuantitatif menggunakan metode statistik,sedangkan
pengukuran secara kualitatif berdasarkan pendapat dari yang melakukan
peramalan. Berkaitan dengan itu, dalam peramalan dikenal istilah prakiraan dan
prediksi.
Prakiraan adalah proses peramalan suatu variabel
(kejadian) dimasa datang dengan berdasarkan data variabel itu pada masa
sebelumnya. Sementara prediksi adalah proses peramalan suatu variabel dimasa
datang dengan lebih mendasarkan pada pertimbangan intuisi daripada masa lampau.
Berdasarkan horizon waktu, peramalan dapat
dikelompokkan dalam tiga bagian, yaitu peramalan jangka panjang, peramalan
jangka menengah, dan peramalan jangka pendek.
·
Peramalan
jangka panjang yaitu mencakup waktu lebih besar dari 18 bulan. Misalnya,
peramalan yang diperlukan dalam kaitannya dengan penanaman modal, perencanaan
fasilitas dan perencanaan untuk kegiatan litbang
· Peramalan
jangka pendek yaitu untuk jangka waktu kurang dari 3 bulan. Misalnya, peramalan
dalam hubungannya dengan perencanaan pembelian material, penjadwalan kerja, dan
penugasan karyawan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar