Rabu, 31 Oktober 2012

PERENCANAAN FASILITAS


Perencanaan fasilitas merupakan suatu kegiatan yang dilakukan sebelum perusahaan beroperasi. Perencanaan fasilitas menentukan bagaimana suatu aset tetap perusahaan digunakan secara baik untuk menunjang tujuan perusahaan. Bagi suatu perusahaan manufaktur, perencanaan fasilitas termasuk menentukan bagaimana fasilitas pabrik digunakan secara efektif dan efisien dalam menunjang produksi.

Secara umum tujuan dari perencanaan fasilitas dapat disebutkan sebagai berikut.
·        Menunjang tujuan organisasi melalui peningkatan penanganan material dan penyimpanan.
·        Menggunakan tenaga kerja, peralatan, ruang, dan energi secara efektif
·        Meminimalkan investasi modal
·        Mempermudah pemeliharaan
·        Meningkatkan keselamatan dan kepuasan kerja

Proses perencanaan fasilitas
Perencanaan fasilitas memerlukan suatu prises yang dilakukan secara sistematisuntuk mempetoleh hasil yang baik. Berdasarkan klasifikasimya perencanaan fasilitas dapat dibagi dalam dua jenis yaitu :

1.        Perencanaan lokasi
Perencanaan lokasi merupakan suatu kegiatan straregis yang bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan lokasi bagi perusahaan sehingga perusahaan atau pabrik dapat beroperasi dengan lancar, dengan biaya rendah, dan memungkinkan perusahaan dimasa datang.
Penentuan lokasi yang tepat akan mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam :
ü  Melayani konsumen dengan memuaskan
ü  Mendapatkan bahan-bahan mentah yang cukup dan continue dengan harga yang layak atau memuaskan
ü  Mendapatkan tenaga kerja yang cukup
ü  Memungkinkan perluasan perusahaan dikemudian hari

Faktor-Faktor yang Perlu Diperhatikan
Dalam mendapatkan lokasi suatu perusahaan atau pabrik yang tepat, perlu untuk memperhatikan faktor-faktor yang berkaitan dengan kegiatan usaha perusahaan. Faktor-faktor itu antara lain :
·        Letak pasar
·        Letak sumber bahan baku
·        Ketersediaan tenaga kerja
·        Ketersediaan tenaga listrik
·        Ketersediaan air
·        Fasilitas pengangkutan
·        Fasilitas perumahan, pendidikan, pembelajaran, dan telekomunikasi
·        Pelayanan kesehatan, keamanan, dan pencegahan kebakaran
·        Peraturan pemerintah setempat
·        Sikap masyarakat
·        Biaya dari tanah dan bangungan
·        Luas tempat patkir
·        Saluran pembuangan
·        Kemungkinan perluasan
·        Lebar jalan

Metode penilaian lokasi
Terdapat beberapa metode yang sering digunakan dalam pemilihan suatu lokasi perusahaan yaitu :
·        Pemeringkatan faktor
Pemeringkatan faktor (factor rating) adalah suatu pendekatan umun yang berguna untuk mengevaluasi dan membandingkan berbagai alternatif lokasi.
·        Analisis nilai ideal
Metode ini serupa dengan metode factor rating, bedanya hanya bobot pada faktor rating merupakan nilai ideal pada metode ini
·        Analisis ekonomisMetode ini menggunakan kuantitatif maupun kualitatif secara bersama-sama untuk mendapatkan penilaian yang lebih lengkap
·        Analisis volume-biaya
Metode analisis volume-biaya (cost-volume analysis)menekankan pada faktor biaya dalam memilih suatulokasi yaitu dengan membandingkan biaya total produksi dari berbagai alternatif lokasi.
·        Pendekatan pusat graviti
Pemilihan lokasi berdasarkan metode ini sering kali digunakan untuk memilih sebuah lokasi yang dapat meminimalkan jarak atau biaya menuju fasilits-fasilitas yang sudah ada
·        Metode transfortasi
  Metode transfortasi merupakan salah satu metode dalam riset operasi yang dapat digunakan dalam memilih suatu lokasi perusahaan pada periinsipnya metode ini mencari nilai optimal yang dapat diperoleh dengan memperhitungkan pemenuhan permintaan dan penawara dengan biaya transfortasi yang rendah.

2.      Perencanaan tata letak
Perencanaa tata letak mencakup desain atau konfigurasi dari bagian-bagian, pusat kerja, dan peralatan yang membentuk proses perubahan dari bahan mentah menjadi bahan jadi Secara umum, tujuan daripenyusunan tata letak adalah untuk mencapai suatu sistem produksi yang efisien dan efektif, melalui :
·        Pemanfaatan peralatan pabrikyang optimal
·        Penggunaan jumlah tenaga kerja yang minimum
·        Aliran bahan dan produksi jadi yang lancar
·        Kebutuhan persediaan yang rendah
·        Pemakaian ruang yang efisien
·        Ruang gerak yang cukup untuk operasional maupun pemeliharaan
·        Biaya produksi dan infestasi modal yang rendah
·        Fleksibilitas yang cukup untuk menghadapi perubahan
·        Keselamatan kerja yang tinggi
·        Suasana kerja yang baik

Jenis tata letak
Dalam industri manufaktur, secara umum tata letak bisa dikelompokan dalam 3 jenis :
·        Tata letak proses
Tata letak proses (proses layout) atau tata letak fungsional adalah penyusuanan tata letak dimana alat yang sejenis atau yang mempunyai fungsi sama ditempatkan dalam bagina yang sama.
·        Tata letak produk
Tata letak produk (produk layout) dipilih apabila proses produksinya telah distandardisasikan dan berproduksi dalam jumlah yang besar
·        Tata letak posisi tetap
Tata letak posisi tetap (fixedposition layout) dipilih apabila karen aukuran, bentuk ataupun karakteristik lain menyebabkan produknya tidak mingkin atau sukar untuk dipindahkan.

METODE PERAMALAN UNTUK MANAJEMEN


Salah satu keputusan penting dalam perusahaan yang dilakukan oleh manajemen adalah menentukan tingkat produksi dari barang atau jasa yang perlu disiapkan untuk masa mendatang. Metode peramalan digunakan untuk mengukur atau menaksir keadaan dimasa datang. Peramalan tidak saja dilakukan untuk menentukan jumlah produk  yang perlu dibuat atau kapasitas jasa yang perlu disedikan, tapi juga diperlukan untuk berbagai bidang lain (seperti dalam pengadaan, penjualan, personalia, termasuk untuk peramalan teknologi, ekonomi, ataupun perubahan sosial budaya).

Jenis-jenis peramalan
Peramalan dapat dilakukan secara kuantitatif maupun kualitatif. Pengukuran secara kuantitatif menggunakan metode statistik,sedangkan pengukuran secara kualitatif berdasarkan pendapat dari yang melakukan peramalan. Berkaitan dengan itu, dalam peramalan dikenal istilah prakiraan dan prediksi.
Prakiraan adalah proses peramalan suatu variabel (kejadian) dimasa datang dengan berdasarkan data variabel itu pada masa sebelumnya. Sementara prediksi adalah proses peramalan suatu variabel dimasa datang dengan lebih mendasarkan pada pertimbangan intuisi daripada masa lampau.
Berdasarkan horizon waktu, peramalan dapat dikelompokkan dalam tiga bagian, yaitu peramalan jangka panjang, peramalan jangka menengah, dan peramalan jangka pendek.
·        Peramalan jangka panjang yaitu mencakup waktu lebih besar dari 18 bulan. Misalnya, peramalan yang diperlukan dalam kaitannya dengan penanaman modal, perencanaan fasilitas dan perencanaan untuk kegiatan litbang
·      Peramalan jangka menengah, mencakup waktu antara 3 sampai 18 bulan. Misalnya, peramalan untuk perencanaan penjualan, perencanaan produksi, dan perencanaan tenaga kerja tidak tetap.
·      Peramalan jangka pendek yaitu untuk jangka waktu kurang dari 3 bulan. Misalnya, peramalan dalam hubungannya dengan perencanaan pembelian material, penjadwalan kerja, dan penugasan karyawan.

Senin, 22 Oktober 2012

PERENCANAAN DALAM MANAJEMEN OPERASI



Perencanaan dalam manajemen operasi terbagi kepada perencanaan jangka panjang, perencanaan jangka menengah, dan perencanaan jangka pendek. Perencanaan jangka panjang berhubungan dengan hal-hal strategis sehingga pengambilan keputusan menjadi tanggung jawab pimpinan puncak.
Perencanaan jangka menengah dimulai setelah perencanaan jangka panjang dibuat, umumnya memiliki horison waktu sekitar enam bulan sampai dua tahun. Perencanaan ini merupakan tugas manager operasi, yang akan membuat keputusan taksis.
Perencanaan jangka pendek mencakup waktu relatif pendek, biasanya tidak lebih dari enam bulan. Perencanaan ini menjadi tanggung jawab personil operasi yang bekerja dengan penyelia atau kepala seksi untuk menjabarkan perencanaan jangka menengah menjadi rencana operasional dalam bentuk bulanan, mingguan, atau harian.
Perencanaan jangka pendek harus dilakukan secara jelas agar tidak menimbulkan salah persepsi atau kebingungan dalam implementasi. Jenis kegiatan yang dapat digolongkan senagai perencanaan jangka pendek ialah penugasan kerja, pembebanan pekerjaan, penjadwalan, pengurutan jenis pekerjaan, dan pengiriman.


Produktivitas
 Produktivitas dinyatakan sebagai rasio antara keluaran terhadap masukan, atau rasio hasil yang diperoleh terhadap sumber daya yang dipakai. Bentuk persamaannya adalah sebagai berikut :


                              Produktivitas =   keluaran =   hasil yang diperoleh
                                                         Masukan      sumber daya digunakan

 
 

 

MANAJEMEN OPERASIONAL



A.    PENGERTIAN MANAJEMEN OPERASI
Menurut Fogarty Manajemen Produksi dan Operasi adalah sebagai suatu proses yang berkesinambungan dan efektif menggunakan fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya secara efisien dalam rangka mencapai tujuan.
Manajemen Produksi dan Operasi secara umum merupakan suatu kegiatan yang berhubungan dengan penciptaan/pembuatan barang, jasa, atau kombinasinya, melalui proses transformasi dari masukan sumber daya produksi menjadi keluaran yang diinginkan. (Eddy Herjanto, 1999).

B.     Jenis organisasi dalam kegiatan operasi
Manajemen Produksi dan Operasi tidak hanya manajemen pabrik manufaktur. Dalam pembahasan Manajemen Produksi dan Operasi, di samping menyangkut pembahasan organisasi pabrik manufaktur, juga menyangkut pembahasan organisasi jasa, seperti perbankan, rumah sakit dan jasa transportasi.
Dalam suatu kegiatan produksi dan operasi, Manajer Produksi dan Operasi harus mampu membina dan mengendalikan arus masukan (inputs) dan keluaran (outputs), serta mengelola penggunaan sumber-sumber daya yang dimiliki.
Agar kegiatan dan fungsi produksi dan operasi dapat lebih efektif, maka para manajer harus mampu mendeteksi masalah-masalah penting serta mampu mengendalikan dan mengawai sumber-sumber daya yang sangat terbatas. Manajer produksi dan operasi harus dapat merencanakan secara efektif penggunaan sumber-sumber daya yang sangat terbatas, memperkirakan dampak pada sasaran dan mengorganisasikan pengimplementasian dari rencana.
Rencana tidak harus selalu diikuti ketidak tepatan peramalan atau prakiraan penjualan serta banyak alasan-alasan lain. Manajer produksi dan operasi membuat keputusan-keputusan mengenai fungsi produksi dan operasi, serta sistem transformasi yang dipergunakan.